Apa seh triji.. 3G
Setelah ditunggu-tunggu sekian lama, akhirnya pekan lalu PT Telkomsel mengumumkan bahwa layanan telekomunikasi generasi ketiga, alias 3G, secara resmi diluncurkan.
Selain Telkomsel, ada empat operator lainnya yang juga mengantongi lisensi 3G, tapi belum meluncurkan layanan komersialnya: Indosat, Excelcom, Cyber Access Communications, dan Natrindo Telepon Selular.
Layanan 3G yang diluncurkan Telkomsel ini adalah teknologi yang berbasiskan W-CDMA, yang merupakan versi mutakhir jalur GSM. W-CDMA mendukung kecepatan akses 384 kbps hingga 2 Mbps.
Selain itu, ada teknologi 3G lainnya: 1xEV-DO, yang merupakan evolusi teranyar dari jalur CDMA. Semua operator CDMA di Indonesia berpotensi mengaktifkan layanan generasi ketiga ala CDMA ini dan tak perlu beli lisensi baru lagi.
Dengan melakukan registrasi over-the-air ke nomor tertentu, pengguna layanan operator terbesar itu bisa menjadi salah satu dari 10 ribu pengguna pertama yang segera bisa menikmati layanan 3G pertama tersebut.
Ada syaratnya: peminat-peminat yang sudah tak sabaran ini harus memiliki handset yang berkemampuan 3G.
Itu artinya layanan 3G di Indonesia bukan lagi sekadar wacana, tapi sudah menjadi fakta di depan mata.
Ada banyak fitur menawan yang bisa dinikmati: video telephony, video sharing, game multipemain, audio & video streaming, dan pengunduhan content.
Ya, kecanggihan teknologi 3G W-CDMA tentu akan sia-sia kalau hanya digunakan untuk pesan pendek dan percakapan telepon.
Di sinilah diperlukan sosialisasi dan edukasi dari operator untuk meyakinkan pengguna telepon seluler bahwa layanan bernilai tambah, seperti transfer data dan multimedia, adalah sesuatu yang pantas dan perlu dinikmati.
Soal penetrasi handset 3G mungkin tak terlalu mengkhawatirkan. Buktinya, meskipun sejak dua tahun lalu belum ada layanan 3G yang dibuka secara komersial, ponsel-ponsel berkemampuan 3G justru sudah laris manis di Indonesia.
Apa mau dikata, konsumen juga tak bisa disalahkan. Layanan 3G di negara tercinta ini memang sudah sangat telat muncul secara komersial.
Ibaratnya, gatalnya sudah sejak dua tahun lalu, tapi digaruknya baru sekarang!
Budi Putra
Koran Tempo, Minggu, 20 Agustus 2006

